Semifinal Thomas Cup: INA Diunggulkan, Korsel Mengungguli

Indonesia unggul atas Korea Selatan, di atas kertas INA berada tepat di bawah China, sang juara bertahan, sedangkan Korea duduk manis tiga peringkat di bawah INA. Namun sayangnya, wacana di atas kertas yang sempat memunculkan optimisme tinggi ketua PBSI, Sutiyoso, ini rupanya dimentahkan korea di lapangan. Wew, tiket ke final dibawa pulang korea…

Perjalanan menuju semifinal
Perjalanan menuju semifinal

Indonesia sukses… ditundukkan Korea pada babak semifinal di Istrora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jum’at (16/5/2008), pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, dengan mudah INA dapat membekuk lawan, meski Thailand memberi sedikit kejutan pada partai ganda. Untuk melenggang ke semifinal, Indonesia tidak memberi kesempatan Jerman dan Inggris memenangkan satu partai pun. INA membekuk Jerman dengan skor 5-0 di babak grup, dan Inggris yang menghadang di perempat final dengan skor 3-0 .

Sebaliknya, untuk lolos ke babak seminal, Korea harus menempuh jalan yang lebih sulit. Dua kekalahan atas Inggris yang kemudian dibereskan INA dan Malaysia dengan skor yang sama, 1-4. Namun, kemenangan atas Kanada membukakan jalan bagi Korea untuk berhadapan dengan unggulan Grup C, Denmark, di perempat final dan kemudian berhak berhadapan dengan INA setelah menundukkannya dengan skor 3-2.

Matematis: INA unggul atas Korea

Sebenarnya, lagi-lagi di atas kertas, pion-pion INA diunggulkan atas Korea. Para pemain tim merah putih, memegang peringkat di atas para punggawa tim negri Ginseng itu. Di partai tunggal pertama, Sony Dwi Kuncoro diunggulkan atas Park Sung Hwan. Namun, bila ditilik dari head-to-head, Park mengungguli Sony di 4 pertandingan dari total 6 kali pertemuan mereka di lapangan. Lain halnya dengan Taufik Hidayat, turun pada partai tunggal kedua, baik dari segi peringkat maupun head-to-head, taufik mengungguli Lee Hyun Il. Demikian juga dengan tunggal ketiga, Simon Santoso yang diperkirakan unggul atas Shon seung Mo yang dibekuknya pada Hongkong Open 2003.
Pada sector ganda, Markis/Hendra memegang peringkat pertama dunia, meski pada pertemuan terakhir dengan korea pada Swiss Open 2007 pasangan ini harus gigit jari. Hanya pada sector ganda kedua saja Korea diunggulkan atas INA.

Sejarah baru: Korea melenggang ke final Thomas 2008

Optimisme atas keunggulan INA melalui kalkulasi atas peringkat dan perolehan kemenangan dari kedua belah pihak dimentahkan oleh korea. Perkiraan atas kemengangan INA dibayar dengan kemenangan korea yang, untuk pertama kalinya, mengunci tiket ke final. Pion-pion Negri Ginseng membekuk pion-pion INA yang ditahbiskan lebih handal.
Sony Dwi Kuncoro, mengulang kekalahan pada pertemuan terakhirnya dengan Park pada kejuaraan Asia, April. Park melibas Sony dalam 3 set dengan hasil: skor 21-12 untuk babak pertama,12-21 babak kedua, dan 21-18 sebagai penentu kemenangan atas Sony.
Pada partai ganda, Markis/Herman yang menduduki peringkat 1dunia bertekuk lutut pada pasangan ganda Korea setelah berjuang 3 set. Seperti Sony Dwi Kuncoro pasangan ini sempat unggul pada set kedua dengan skor 21-18. Namun Jung Jae-sung and Lee Yong-dae mengikuti jejak Park dengan mematahkan perjuangan INA pada set 1 (21-19) dan set 3 (21-10) .
Partai tunggal kedua yang, seperti biasa, menjadi kunci kemenangan INA kali ini harus mengakui keperkasaan Lee Hyun Il yang mampu menyamakan kedudukan head-to-head nya dengan Taufik melalui dua set sekaligus, lewat perolehan skor 21-13, 21-14. Rupa-rupanya, perlawanan Taufik pada tunggal kedua ini tidak terlalu diperhitungkan.

“Saya sangat puas dengan hasil hari ini. Kunci kemenangan kami ada pada tunggal pertama dan ganda pertama. Terbukti, dua laga itu bisa menang. Pada pertandingan ketiga hanya sebagai pelengkap,” ujar Kim Jong-soo, pelatih tim Korea.”

Tunduknya Taufik kali ini berarti memberikan tiket kepada Korea untuk menghadapi sang juara bertahan, China pada babak final, Minggu, 18 Mei 2008, 18:00 WIB. Perhitungan probabilitas kemenangan INA pada semifinal ini dijawab Korea dengan skor 3-0.

Final Uber Cup, Pia dkk harapan INA

Melesetnya perkiraan ini masih terobati oleh kemenangan Pia Zebaidah, dkk yang lolos ke final Uber Cup. Sesuai perkiraan, INA menundukkan Jerman (skor 3-1). Melesetnya perkiraan memang mengecewakan bagi INA pada semifinal Thomas Cup kali ini. Namun, melesetnya perkiraan dapat menjadi sebuah kejutan manis di final Uber Cup nanti.

Akankah pada final nanti Pia,dkk mampu mematahkan hitungan teoritis seperti yang dilakukan Lee, dkk kali ini?

~ oleh dyahchimu pada Mei 16, 2008.

3 Tanggapan to “Semifinal Thomas Cup: INA Diunggulkan, Korsel Mengungguli”

  1. Kecewa banget Tim Thomas Indonesia gagal menuju final. Coba aja bisa ke final jadinya khan all Indonesia dan all China in final. Tetapi ternyata…..Tim Thomas Kalah.
    Harapan besar pastinya kita berikan kepada Tim Uber Indonesia agar mampu mengalahkan Tim Uber China. Karena apapun dapat terjadi. Ayo dukung terus Tim Uber Indonesia.

  2. Gagal di Thomas, sukses di Olimpiade.
    Indonesia… Indonesia…😮

  3. rasa nasionalisme thd bangsa mulai pudar digantikan jiwa2 materialisme. g ada semangat juang tinggi ntuk kejayaan ibu pertiwi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: